Senin, 28 Maret 2011

Drama

Pelajaran drama - Presentation Transcript

  1. KAJIAN DRAMA
  2. Kata “drama” dianggap telah ada sejak era Mesir Kuno (4000-1580 SM), sebelum era Yunani Kuno (800-277 SM). Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat seiring dengan perlakuan terhadap teater yang mempergunakan drama lebih identik sebagai teks atau naskah atau lakon atau karya sastra (Bakdi Soemanto, 2001).
    DRAMA DAN TEATER
  3. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan lakon atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Jika “drama” adalah lakon dan “teater” adalah pertunjukan maka “drama” merupakan bagian atau salah satu unsur dari “teater”.
  4. Harymawan (1993) menyebutkan tahapan dasar untuk mempelajari dramaturgi yang disebut dengan formula dramaturgi. Formula ini disebut dengan fromula 4 M yang terdiri dari, mengkhayalkan, menuliskan, memainkan, dan menyaksikan.
    DRAMATURGI: TEKNIK PENULISAN DAN PEMENTASAN DRAMA
  5. M1 atau menghayal, dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang karena menemukan sesuatu gagasan yang merangsang daya cipta. Gagasan itu timbul karena perhatian ditujukan pada suatu persitiwa baik yang disaksikan, didengar maupun dibaca dari literatur tertentu. Bisa juga gagasan itu timbul karena perhatian ditujukan pada kehidupan seseorang. Gagasan atau daya cipta tersebut kemudian diwujudkan ke dalam besaran cerita yang pada akhirnya berkembang menjadi sebuah lakon untuk dipentaskan.
  6. M2 atau menulis, adalah proses seleksi atau pemilihan situasi yang harus dihidupkan bagi keseluruhan lakon oleh pengarang. Dalam sebuah lakon, situasi merupakan kunci aksi. Setelah menemukan kunci aksi ini, pengarang mulai mengatur dan menyusun kembali situasi dan peristiwa menjadi pola lakon tertentu. Di sini seorang pengarang memiliki kisah untuk diceritakan, kesan untuk digambarkan, suasana hati para tokoh untuk diciptakan, dan semua unsur pembentuk lakon untuk dikomunikasikan.
  7. M3 ataumemainkan, merupakanprosesparaaktormemainkankisahlakondiataspentas. Tugasaktordalamhaliniadalahmengkomunikasikanidesertagagasanpengarangsecarahidupkepadapenonton. Prosesinimelibatkanbanyakorang, yaitusutradarasebagaipenafsirpertamaidedangagasanpengarang, aktorsebagaikomunitakor, penataartsitiksebagaiorang yang mewujudkanidedangagasansecara visual sertapenontonsebagaikomunikan.
  8. M4 ataumenyaksikan, merupakanprosespenerimaandanpenyerapaninformasiataupesan yang disajikanolehparapemaindiataspentasolehparapenonton. Pementasanteaterdapatdikatakanberhasiljikapesan yang hendakdisampaikandapatditerimadenganbaikolehpenonton. Penontondatangmenyaksikanpertunjukandenganmaksudutamauntukmemperolehkepuasanataskebutuhandankeinginannyaterhadaptontonantersebut.
  9. Teatermemilikiempatunsurpentingdalamsetiappementasan, yaitupertama, lakonataucerita yang ditampilkan, bisaberwujudsebuahnaskahatauskenariotertulis, skenariotaktertulis (dalamteaterkerakyatan). Kedua, pemainadalahorang yang membawakanlakontersebut. Ketiga, sutradarasebagaipenatapertunjukandipanggung. Keempat, penontonadalahsekelompokorang yang menyerahkansebagiandarikemerdekaannyauntukmenjadibagiandaritokoh yang tampildalamsuatulakondanmenikmatinya.
    KOMPONEN TEATER
  10. Tema: sasaran yang hendakdicapaiolehseorangpenulislakon. Ketikatematidakterumuskandenganjelasmakalakontersebutakankaburdantidakjelasapa yang hendakdisampaikan.
    Tema: ide dasar, gagasan atau pesan yang ada dalam naskah lakon dan ini menentukan arah jalannya cerita. Tema dalam naskah lakon ada yang secara jelas dikemukakan dan ada yang samar-samar atau tersirat.
    UNSUR INTRINSIK DRAMA
  11. CARA MENGETAHUI TEMA
    Melalui:
    Apa yang diucapkan tokoh-tokohnya melalui dialog-dialog yang disampaikan
    Apa yang dilakukantokoh-tokohnya
    Dialog yang disampaikantokohdapatdijadikanacuanuntukmenganalisistemalakon. Masing-masingtokohmengucapkankalimatdialognya. Dari dialog tersebutdapatdiketahuiperihalatausoalan yang dibahas. Dengan merangkai setiap persoalan melalui dialog para tokohnya maka gambaran tema akan didapatkan. Detil tema selalu dapat ditemukan dari baris-baris kalimat dialog tokoh cerita. Semuaanalisislakondikerjakandenganmencermatikalimat dialog tersebutsertahubunganantarakalimatsatudengan yang lain.
  12. Contoh:
    LEAR : ………….. kendalikanlidahmusedikit; nantikuhambatuntungmu….
    LEAR : ………………. Sekarangkulempartiapkewajibanorangtua, tiappertaliankeluargadandarah; mulaikinisampaiselamanyakaulahasingbagikudanbagihatiku………………….
    KENT : Silakan. Bunuhlahtabibtuan, supayahamajahatberupah. Batalkananugerahtuan; kalautidak, rangkungsayaberteriakmeyerukantuanlahlalim………
    RAJA TOKOHCIS : Cordeliajelita, ternyata paling kayameskimiskin; terpillihmeski, meskidibuang; tercintameskidihina…………….
    CORDELIA : Andaikanbukanseorang ayah, namunubaninisudahmenuntutbelas-kasih. Ah wajahbeginikahdipaksamenempuhpergolakanbadai? Dan melawangunturbercakragarang, petirdahsyat yang pesat,, cepatmenyambar-nyambar? Bagaiprajurit yang terbuang, berjagadengantopitipisini? Anjingmusuhku pun, walaumenggigitaku, dimalambegitutakkankuusiruntukdaritempatberdiang……………….
  13. Dalamlakon Raja Lear, lakutokohdapatmemberikanpenjelasansebagaiberikut.
    •Raja Lear membagikerajaanpadaketigaanaknyasesuaidenganpujian yang disampaikananaknya.
    •Raja Lear murkapadaCordeliakarenatidakmemujinya.
    •Raja Lear marah-marahketikatidakdilayanihidupnyapadaanak yang semuladisayangi.
    •Raja Lear marah-marahdanmengusirbawahannyaketikaada yang menentang.
    •Anak-anak Raja Lear yang disayangiberubahmemusuhiorangtuanyasehingga Raja Lear sakit.
  14. Dari kutipan dialog danlakusertaperbuatantokohdalamlakon Raja Lear diatasbisaditariksebuahkejelasanbahwa Raja Lear adalahorang yang gilahormat, tidakbijaksana, lalim, danharusdipuji. Atassikapnyaitu Raja Lear menuaihasil, yaitukehancurandiridankeluarganya.
  15. Plot/Alur: berhubungandenganpolapengadeganandalampermainanteater, danmerupakandasarstrukturiramakeseluruhanpermainan. Plot dapatdibagiberdasarkanbabakdanadeganatauberlangsungterustanpapembagian. Plot merupakanjalannyaperistiwadalamlakon yang terusbergulirhingalakontersebutselesai. Jadi plot merupakansusunanperistiwalakon yang terjadidiataspanggung.
  16. BAGIAN PLOT
    Eksposisiadalahsaatmemperkenalkandanmembeberkanmateri-materi yang relevanataumemberiinformasipadapenontontentangmasalah yang dialamiataukonflik yang terjadidalamdirikarakter-karakter yang adadilakon.
    AksiPendorongadalahsaatmemperkenalkansumberkonflikdiantarakarakter-karakterataudidalamdiriseorangkarakter.
    Krisisadalahpenjelasan yang terperincidariperjuangankarakter-karakteratausatukarakteruntukmengatasikonflik.
    Klimaksadalahprosesidentifikasiatauprosespengusirandari rasa tertekanmelaluiperbuatan yang mungkinsajasifatnyajahat, atau argumentative ataukejenakaanataumelaluicara-cara lain.
    Resolusi adalah proses penempatan kembali kepada suasana baru. Bagian ini merupakan kejadian akhir dari lakon dan terkadang memberikan jawaban atas segala persoalan dan konflik-konflik yang terjadi.
  17. BAGIAN-BAGIAN PLOT
    Gimmick, bagian 5 menitpertama yang sengajadibuatmenarikuntukmemikatpenikmat
    Fore Shadowing, pembayangankedepan yang terjadiketikatokohmeramalkanataumembayangkankeadaan yang akandatang.
    Dramatic Irony, aksiseorangtokoh yang berkataataubertindaksesuatu, dantanpadisadariakanmenimpadirinyasendiri. Dalamlakonbanyakdijumpaitokoh-tokohini, danbiasanyatidakdisadariolehtokohtersebut.
    Flashback, kilasbalikperistiwalampau yang dikisahkankembalipadasaatini. Kilasbalikiniberfungsiuntukmengingatkankembaliingatanpenontonpadaperistiwa yang telahlampautetapimasihdalamsaturangkaianperistiwalakon. Kilasbalikbiasanyadiceritakanmelalui dialog tokoh, tetapikilasbalikpada film biasanyaberupanukilannukilangambar.
    Suspen, berisidugaandanprasangka yang dibangundarirangkaianketegangan yang mengundangpertanyaandankeingintahuanpenonton.
  18. Surprise, suatu peristiwa yang terjadi diluar dugaan penonton sebelumnya dan memancing perasaan dan pikiran penonton agar menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak pasti. Namun peristiwa yang diharapkan tersebut, pada akhirnya mengarah ke sesuatu yang tidak disangka-sangka sebelumnya.
    Gestus, aksi atau ucapan tokoh utama yang beritikad tentang sesuatu persoalan yang menimbulkan pertentangan atau konflik antartokoh. Dalam sebuah lakon terkadang dijumpai aksi-aksi yang seperti ini dan akan menimbulkan suatu rasa simpati penonton kepada korbannya.
  19. Latar: tempat, waktu, danperistiwa
    Tokoh:
    Protagonis
    Protagonisadalahtokohutama yang merupakanpusatatausentraldaricerita. Keberadaantokohadalahuntukmengatasipersoalan-persoalan yang munculketikamencapaisuatucitacita. Persoalan ini bisa dari tokoh lain, bisa dari alam, bisa juga karena kekurangan dirinya sendiri. Tokoh ini juga menentukan jalannya cerita. Contoh tokoh protagonis pada lakon Raja Lear karya William Shakespeare terjemahan Trisno Sumardjo adalah tokoh Raja Lear itu sendiri.
  20. Antagonis
    Antagonis adalah tokoh lawan, karena dia seringkali menjadi musuh yang menyebabkan konflik itu terjadi. Tokohprotagonisdanantagonisharusmemungkinkanmenjalinpertikaian, danpertikaianituharusberkembangmencapaiklimaks. Tokohantagonisharusmemilikiwatak yang kuatdankontradiktifterhadaptokohprotagonis. Contohtokohantagonispadalakon Raja Lear karya William Shakespeare terjemahanTrisnoSumardjoadalahtokohGonerilldantokoh Regan. Keduatokohinilah yang menentangperkembangan, keinginan, dancita-cita Raja Lear.
  21. Deutragonis
    Deutragonisadalahtokoh lain yang beradadipihaktokohprotagonis. Tokohiniikutmendukungmenyelesaikanpermasalahan yang dihadapiolehtokohprotaganis. Contoh, tokohTumenggung Kent, Edgar, Cordeliadalamlakon Raja Lear karya William Shakespeare.
    Tritagonis
    Tritagonis adalah tokoh penengah yang bertugas menjadi pendamai atau pengantara protagonis dan antagonis. Contoh, tokohBangsawanpadalakon Raja Lear karyaWillliamSahkespeare. DiaadalahpengawaldariCordelia.
  22. Foil
    Foil adalahtokoh yang tidaksecaralangsungterlibatdalamkonflik yang terjaditetapiiadiperlukangunamenyelesaikancerita. Biasanyadiaberpihakpadatokohantagonis. Contoh, tokohPerwira, Oswald, Curandalamlakon Raja Lear karya William Shakespeare.
    Utility
    Utility adalahtokohpembantuatausebagaitokohpelengkapuntukmendukungrangkaianceritadankesinambungandramatik. Biasanyatokohinimewakilijiwapenulis. Contoh: tokohBadutdalamlakon Raja Lear karya William Shakespeare.
  23. Saptaria (2006), jeniskarakterdalamteateradaempatmacam, yaitu flat character, round charakter, teatrikal, dankarikatural.
    • Flat Character (perwatakandasar)
    Flat character ataukarakterdataradalahkaraktertokoh yang ditulisolehpenulislakonsecaradatardanbiasanyabersifathitamputih, berkembangsesuaidengankonvensi yang berlaku.
  24. • Round Character (perwatakanbulat)Karaktertokoh yang ditulisolehpenulissecarasempurna, karakteristiknyakayadenganpesan-pesandramatik. Round karakteradalahkaraktertokohdalamlakon yang mengalamiperubahandanperkembanganbaiksecarakepribadianmaupun status sosialnya. Perkembangandanperubahaninimengacupadaperkembanganpribadiorangdalamkehidupansehari-hari. Perkembanganinilah yang menjadikankarakterinimenarikdanmampuuntukmengerakkanjalancerita. Karakterinibiasanyaterdapatkaraktertokohutamabaiktokohprotagonismaupuntokohantagonis.
  25. TeatrikalTeatrikaladalahkaraktertokoh yang tidakwajar, unik, danlebihbersifatsimbolis. Karakter-karakterteatrikaljarangdijumpaipadalakon-lakonrealis, tetapisangatbanyakdijumpaipadalakon-lakonklasikdan non realis. Karakterinihanyasimboldaripsikologimasyarakat, suasana, keadaanjamandan lain-lain yang tidakbersifatmanusiawitetapidilakukanolehmanusia. Misalnyakarakter yang diciptakanolehPutuWijayapadalakon-lakonnya yang bergaya post-realistic, sepertitokoh A, D, C, Si Gembrot, Si Tua, Kawan, Pemimpin (lakon LOS) dan lain-lain.
  26. KarikaturalKarikaturaladalahkaraktertokoh yang tidakwajar, satiris, dancenderungmenyindir.. Karakterinisegajadiciptakanolehpenulislakonsebagaipenyeimbangantarakesedihandankelucuan, antaraketegangandengankeriangansuasana. Sifatkarikaturalinibisaberupa dialog-dialog yang diucapkanolehkaraktertokoh, bisajugadengantingkahlaku, bahkanperpaduanantaraucapandengantingkahlaku.
  27. Sutradaramenyukainaskah yang dipilih
    Sutradaramerasamampumementaskannaskah yang telahdipilih
    Sutradarawajibmempertimbangkansisipendanaansecarakhusus. Beberapanaskah yang baikterkadangmemilikikonsekuensilogisdenganpendanaan.
    Sutradaramampumenemukanpemain yang tepat. Naskahlakon yang baiktidakadagunanyajikadimainkanolehaktor yang kurangbaik.
    Sutradaramamputetapmementaskannaskah yang dipilih
    MemilihNaskahuntukDipentaskan
  28. Menentukan tema. Tema adalah gagasan dasar cerita atau pesan yang akan disampaikan oleh pengarang kepada penonton. Tema, akan menuntun laku cerita dari awal sampai akhir. Misalnya tema yang dipilih adalah “kebaikan akan mengalahkan kejahatan”, maka dalam cerita hal tersebut harus dimunculkan melalui aksi tokoh-tokohnya sehingga penonton dapat menangkap maksud dari cerita bahwa sehebat apapun kejahatan pasti akan dikalahkan oleh kebaikan.
    MembuatNaskahSendiri
  29. Menentukan persoalan. Persoalan atau konflik adalah inti daricerita teater. Tidak ada cerita teater tanpa konflik. Oleh karena itupangkal persoalan atau titik awal konflik perlu dibuat dan disesuaikan dengan tema yang dikehendaki. Misalnya dengan tema “kebaikan akan mengalahkan kejahatan”, pangkal persoalan yang dibicarakan adalah sikap licik seseorang yang selalu memfitnah orang lain demi kepentingannya sendiri. Persoalaninikemudiandiikembangkandalamcerita yang hendakdituliskan.
  30. * Membuatsinopsis (ringkasancerita). Gambaran cerita secara global dari awal sampai akhir hendaknya dituliskan. Sinopsisdigunakanpemanduprosespenulisannaskahsehinggaalurdanpersoalantidakmelebar. Dengan adanya sinopsis maka penulisan lakon menjadi terarah dan tidak mengada-ada.
  31. Menentukan kerangka cerita. Kerangka cerita akan membingkai jalannya cerita dari awal sampai akhir. Kerangka ini membagi jalannya cerita mulai dari pemaparan, konflik, klimaks sampai penyelesaian. Dengan membuat kerangka cerita maka penulis akan memiliki batasan yang jelas sehingga cerita tidak berteletele. William Froug (1993) misalnya, membuat kerangka cerita (skenario) dengan empat bagian, yaitu pembukaan, bagian awal, tengah, dan akhir. Pada bagian pembukaan memaparkan sketsa singkat tokoh-tokoh cerita. Bagian awal adalah bagian pengenalan secara lebih rinci masing-masing tokoh dan titik konflik awal muncul. Bagian tengah adalah konflik yang meruncing hingga sampai klimaks. Pada bagian akhir, titik balik cerita dimulai dan konflik diselesaikan. Riantiarno (2003), sutradara sekaligus penulis naskah Teater Koma, menentukan kerangka lakon dalam tiga bagian, yaitu pembuka yang berisi pengantar cerita atau sebab awal, isi yang berisi pemaparan, konflik hingga klimaks, dan penutup yang merupakan simpulan cerita atau akibat.
  32. Menentukanprotagonis. Tokohprotagonisadalahtokoh yang membawalakukeseluruhancerita. Denganmenentukantokohprotagonissecaramendetil, makatokohlainnyamudahditemukan. Misalnya, dalampersoalantentangkelicikan, makatokohprotagonisdapatdiwujudkansebagiorang yang rajin, semangatdalambekerja, senangmembantuorang lain, berkecukupan, dermawan, sertajujur. Semakindetilsifatataukarakterprotagonis, makasemakinjelas pula karaktertokohantagonis. Denganmenulislawandarisifatprotagonismakakarakterantagonisdengansendirinyaterbentuk. Jikatokohprotagonisdanantagonissudahditemukan, makatokoh lain baik yang beradadipihakprotagonisatauantagonisakanmudahdiciptakan.
  33. Menentukancarapenyelesaian. Mengakhirisebuahpersoalan yang dimunculkantidaklahmudah. Dalambeberapalakonadacerita yang diakhiridenganbaiktetapiada yang diakhirisecaratergesa-gesa, bahkanada yang bingungmengakhirinya. Akhircerita yang mengesankanselaluakandinantiolehpenonton. Olehkarenaitutentukanakhirceritadenganbaik, logis, dantidaktergesa-gesa.• Menulis. Setelahsemuahaldisiapkanmakaprosesberikutnyaadalahmenulis. Mencaridanmengembangkangagasanmemangtidakmudah, tetapilebihtidakmudahlagimemindahkangagasandalambentuktulisan. Olehkarenaitu, gunakandanmanfaatkanwaktusebaikmungkin.
  34. PesanLakonmerupakanbahankomunikasiutama yang hendakdisampaikankepadapenonton. Romeo and Juliet karya Shakespeare mengandungpesanbahwaseseorang yang telahmenemukancintasejatitidaktakutterhadaprisikoapapuntermasukmati. Pesaniniingindisampaikanolehpengarangdenganakhir yang tragisdimanatokoh Romeo dan Juliet akhirnyamatibersama. Dinamikapercintaan Romeo dan Juliet yang berakhirdengankematianinilah yang harusditekankanolehsutradarakepadapenonton.
    ANALISIS DAN INTERPRE TASI DASAR LAKON
  35. KonflikdanPenyelesaian. Pentingmengetahuidasarpersoalan (konflik) dalamsebuahlakonkarenahaltersebutakanmembawalakuaksiparatokohnya. Di bagianmanakonflikitumunculdanbagaimanaaksidanreaksiparatokohnya, padabagianmanakonflikitumemuncak, danpadaakhirnyabagaimanakonflikitudiselesaikan. Semua ini akan memberi sudut pandang bagi sutradara dalam melihat, menilai, dan memahami konflik lakon. Selainitusudutpandangpengarangdalammenyelesaikankonflikdapatmenegaskanpesan yang hendakdisampaikan.
  36. KarakterTokoh. Analisiskaraktertokohsangatpentingdanharusdilakukansecaramendetil agar sutradaramendapatkangambaranwataksejelas-jelasnya. Karenatidakbanyakarahandanketerangan yang dituliskanmengenaikaraktertokohdalamsebuahlakon, makasutradaraharusmenggalinyamelaluikalimat-kalimat dialog. Perjalanansebuahkarakterterkadangtidakmengalamiperubahan yang berartitetapibeberapatokohdalamlakon (biasanyaprotagonisdanantagonis) bisasajamengalamiperubahan. Olehkarenaituanalisiskarakteriniharusdilakukandengantelitidanhati-hatisehinggasetiapperubahankarakter yang dialamiolehtokohtidaklepasdaripengamatansutradara.
  37. LatarCerita. Gambarantempatkejadian, peristiwa, danwaktukejadianharusdiungkapkandenganjelaskarenahaliniberkaitandengantataartistik. Untukmewujudkankeadaanperistiwasepertidikehendakilakondiataspanggungmakainformasi yang jelasmengenailatarceritaharusdidapatkan. Misalnya, gambarantempatkejadianpersitiwaadalahdisebuahgedungmakaharusdijelaskanapakahterjadidisebuahgedungmegah, sederhanaataumewah. Apakahgedungtersebutmerupakangedungpertemuan, dewankota, museum, ataugedungpertunjukan. Di gedung tersebut cerita terjadi di ruang aula, teras gedung, dapur umum, atau di salah satu ruang khusus. Arsitekturgedungituapakahmenggunakanarsitekturkolonial, gayaspanyol, ataucirikhasdaerahtertentu. Intinyainformasisekecilapapunharusdidapatkan. Hal iniberlakujugauntuklatarperistiwadanwaktu. Semuainformasidikumpulkandandiseleksiuntukkemudiandiwujudkandalampementasan. Dengandemikianpenontonakanmendapatkangambaran yang jelaslatarcerita yang dimainkan.
  38. Pendekatan gaya pementasan: gaya presentasional sehingga bahasa dialog antaraktor menggunakan bahasa yang puitis. Gerak laku aktor distilisasi atau diperindah. Aktor boleh berbicara secara langsung kepada penonton.
    Pendekatan pemeranan, misalnya penggunaan bahasa puitis dengan sendirinya membuat aktor harus mau memahami dan melakukan latihan teknik-teknik membaca puisi agar dalam pengucapan dialog tidak seperti percakapan sehari-hari
    KonsepPementasan
  39. Gambaran tata artistik. Secara umum, sutradara harus menuliskan gambaran (pandangan) tata artistiknya. Meski tidak secara mendetil, tetapi gambaran tata artisitk berguna bagi para desainer untuk mewujudkannya dalam desain. Jika sutradara mampu, maka ia bisa memberikan gambaran tata artistik melalui sketsa. Jika tidak, maka ia cukup menuliskannya..
  40. TeaterGerak
    TeaterBoneka
    TeaterDramatik
    Teater / Drama Musikal
    JenisPementasanTeate
  41. Menerjemahkannaskahlakonkedalamsikaptubuhaktorsehinggapenontondapatmelihatdanmengerti.
    Memberikanpondasi yang praktisbagiaktoruntukmembangunkarakterdalampertunjukan.
    Menciptakanlukisanpanggung yang baik.
    FUNGSI BLOCKING
169 views, 0 favs, 1 embed

About this presentation

Usage Rights

© All Rights Reserved

Stats

  • 0 Favorites
  • 0 Comments
  • 14 Downloads
  • 162 Views on
    SlideShare
  • 7 Views on
    Embeds
  • 169 Total Views

Embed views

  • 7 views on http://www.wearescifi.co.cc

Accessibility

Additional Details

Flag as inappropriate
Flag as inappropriate Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.
Cancel

Categories

Follow SlideShare



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar